Mengenal Sosok Pak Tino Sidin

Hari Guru Nasional jatuh pada tanggal 25 November setiap tahunnya. Selain peringatan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia, hari juga bertepatan dengan hari lahir guru gambar anak-anak Indonesia, yaitu Pak Tino Sidin.

Pak Tino Sidin merupakan seorang pelukis sekaligus guru gambar yang lahir pada 25 November 1925 di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Pak Tino dikenal sebagai sosok guru gambar yang digemari anak-anak pada era 80-90an. Bahkan, Google Doodle menampilkan sosoknya yang mengenakan kacamata dan topi yang menjadi ciri khasnya di halaman pencarian Google.

Di hari istimewa ini, yuk kita mengenal dan mengenang sosok Pak Tino Sidin bersama-sama!

1. Tampil di Televisi
Pada usia 20 tahunan, Pak Tino mulai mengajar di kampung halamannya. Pada tahun 1969, beliau tampil pada acara Gemar Menggambar di stasiun TV lokal TVRI Yogyakarta. Karena popularitasnya, acara ini mulai ditayangkan secara nasional sejak tahun 1978. Dalam acara tersebut, beliau mengajarkan anak-anak bahwa menggambar adalah sesuatu yang mudah dan bisa dilakukan siapa saja.

Gemar Menggambar ditayangkan setiap Minggu sore selama lebih dari satu dekade. Acara ini menghadirkan kegembiraan menggambar pada anak-anak Indonesia. Apalagi Pak Tino selalu memberikan pujian "Ya, bagus." kepada setiap gambar karya anak-anak yang dikirimkan untuk acara Gemar Menggambar. Pujian ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pak Tino agar bakat anak-anak bisa lebih berkembang.



2. Punya Museum
Prof. Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI meresmikan Taman Tino Sidin pada 4 Oktober 2014. Taman Tino Sidin adalah tetenger atau museum kecil sosok pribadi Pak Tino melalui pendokumentasian karya lukis, sketsa, memorabilia, buku, dan arsip-arsip pribadi.

Taman Tino Sidin didirikan di kediaman Pak Tino di Bantul. Tanpa mengubah desain asli tempat tinggal Pak Tino, maka kenangan, semangat, dan harapan beliau bisa terus dilestarikan.



3. Pencetus Gambar Pemandangan Legendaris
Kita gak asing dengan gambar pemandangan yang menampilkan 2 gunung dengan matahari di tengahnya bukan? Ternyata, gambar pemandangan legendaris ini pertama kali dicetuskan oleh Pak Tino, lho!

Gambar legendaris ini adalah salah satu gambar yang diajarkan Pak Tino kepada anak-anak dalam acara Gemar Menggambar. Rupanya,  formula menggambar garis lurus dan lengkung yang diajarkan oleh Pak Tino lebih mudah diingat dalam bentuk dua gunung, matahari di tengahnya, dan hamparan sawah di bawahnya.



Semoga sosok Pak Tino yang menginspirasi anak-anak Indonesia pada zamannya bisa terus dijadikan panutan hingga saat ini, bahkan di masa depan.